7 Gejala Tanda Keracunan Makanan Yang Setiap Orang Harus Tahu


#1

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, telah diperkirakan bahwa lebih dari 48 juta orang jatuh sakit karena keracunan makanan setiap tahunnya. Banyak orang tidak mengetahui betapa pentingnya mengetahui tanda-tanda keracunan makanan karena mereka merasa beberapa gejala yang terjadi hanya terjadi sementara dan akan hilang dengan berjalannya waktu.

Namun mungkin hal tersebut dapat berbahaya, bisa saja karacunan makanan yang anda alami adalah gejala yang serius. Dengan mengetahui tanda-tanda gejala keracunan makanan, anda bisa mengantisipasi dan mengobati gejala keracunan makanan dengan cepat sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Berikut ini adalah cara mengenali gejala keracunan makanan yang paling umum.

1. Berkeringat terus-menerus

Ada kepercayaan populer yang dimana jika kalian keracunan makanan yang biasanya terjadi adalah sakit perut, dan hanya dengan buang air besar maka keracunan pun akan hilang. Tapi sebenarnya dengan berkeringat secara terus menerus ini dapat menjadi tanda peringatan awal dan mengindikasi akan menjadi jauh lebih buruk.

2. Sakit Perut/Perut Kembung dan Sering Buang Air Besar

Perut kembung adalah pertanda baik bahwa perut anda sedang berurusan dengan makanan yang terkontaminasi. Jika mereka yang sering pergi ke kamar mandi karena terkontaminasi oleh makananan yang telah dimakan ini adalah pertanda bahwa ada bakteri jahat yang berada di usus anda.

3. Mual dan muntah

Salah satu hal yang menjadi tanda keracunan makanan adalah mual dan muntah, seberapa cepat gejala ini muncul tergantung pada tingkat sensitivitas bakteri yang membuat anda sakit.

Misalnya, Listeria, umumnya ditemukan dalam daging deli, hummus, atau susu mentah dan keju lunak, dapat memicu gejala di mana saja dari tiga hingga 70 hari setelah terpapar, sementara Salmonella, terutama mencemari telur, daging (terutama unggas), dan buah-buahan mentah dan sayuran dapat menyebabkan gejala muncul dalam waktu 12 hingga 72 jam, kata Sandra Elizabeth Ford, MD, direktur kesehatan distrik Dekalb County Board of Health di Decatur, Georgia.

4. Diare

Diare adalah tanda lain dari keracunan makanan.
Tapi bagaimana cara mengetahui diare yang umum dan diare yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi?

Norovirus adalah penyebab paling umum dari diare dan dapat menyebar melalui makanan. Ini menyebabkan diare berair, dan paling sering terjadi pada orang dewasa.

Sementara itu, E. coli (biasa terdapat pada daging) dan Campylobacter yang dapat menular melalui air, ini dapat menyebabkan diare berdarah. “Jika diare berdarah atau gejala lainnya parah, cari bantuan medis,”
Gejala dapat berlangsung selama 1 hingga 10 hari, tergantung pada apa yang terinfeksi.

5. Demam

Beberapa jenis bakteri seperti Listeria dan Campylobacter dapat menyebabkan demam, meskipun kemungkinan akan disertai dengan gejala pencernaan. Jika demam berlanjut selama lebih dari 48 jam, hubungi dokter.

6. Pusing

Jika kepala anda merasa pusing, jangan diabaikan. Listeria dapat menyebabkan gejala ini, dan mungkin tidak muncul selama dua bulan atau lebih setelah anda terkontaminasi. Anda mungkin juga melihat leher kaku atau kelemahan keseluruhan. Segera hubungi dokter untuk setiap perubahan mental yang tidak dapat dijelaskan

7. Dehidrasi

Jika anda merasa bahwa diri anda keracunan makanan, hal pertama yang harus dilakukan adalah minum banyak air agar terhidrasi . Minum banyak air atau larutan yang diperkaya elektrolit seperti air putih atau air kelapa.

Hindari minuman manis, berkafein, dan minuman beralkohol, karena ini dapat menyebabkan dehidrasi. Makanlah makanan hambar seperti pisang, nasi putih, atau roti panggang


Nah itulah 7 gejala yang biasanya terjadi ketika kalian mengalami keracunan makanan

Cara agar terhindar dari keracunan Makanan

Hal yang terbaik adalah membeli produk makanan di toko yang sudah terjamin akan kebersihannya, Namun sebaiknya lebih baik memasak makanan sendiri. Ketika anda memasak di rumah, penting untuk memperhatikan tingkat keamanan makanan, termasuk menjaga ruang kerja dan peralatan bersih (terutama setelah menangani daging mentah), mencuci bahan mentah secara menyeluruh, menyimpan makanan pada suhu yang tepat, memantau tanggal kedaluwarsa, dan berhati-hati berapa lama anda menyimpan sisa makanan