Bahayanya Raja Singan atau Penyakit Sifilis

Membicarakan penyakit kelamin, ada cukup banyak jenis penyakit kelamin. Mulai dari HIV, gonore, sifilis, kutil kelamin, chancroid, klamidia, trikomoniasis, dan herpes genitalis. Namun dari kesekian penyakit kelamin yang paling sering muncul adalah sifilis, di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan raja singa. Penyebab penyakit raja singa disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Gejala raja singa pun cukup beragam sesuai dengan tahapan yang terjadi.

Seseorang yang mengalami sifilis, pada gejala awal akan menimbulkan luka disekitar area kelamin. Terkadang luka juga muncul dibagian mulut dan tenggorokan bila penderitanya pernah melakukan seks oral. Luka juga dapat muncul pada bagian anus jika pernah melakukan seks anal. Bakteri ini tidak akan pernah mati dan hilang dari tubuh anda seumur hidup. Pengobatan dilakukan, agar bakteri tidak menular dan tidak selalu aktif.

Tidak dianjurkan bagi anda yang sudah terserang bakteri penyebab raja singa untuk melakukan hubungan seks dengan siapa saja, termasuk dengan pasangan. Karena dapat menyebabkan menularkan bakteri kepada orang lain. Sehingga selama dalam masa pengobatan, anda tidak diperbolehkan untuk berhubungan seks.

Siapa Saja yang Beresiko?

Di Negara berkembang, termasuk Indonesia penyakit infeksi menular seksual lebih sering dialami oleh orang-orang muda yang telah aktif secara seksual. Yakni anak-anak mudah yang berumur 18-28 tahun memberikan persentase hampir 50 persen dalam kasus IMS.

Pasti anda juga bertanya-tanya, siapa saja yang beresiko untuk tertular penyakit raja singa dan gejala raja singa yang sering muncul. Tentunya baik pria dan wanita, sangat rentan mengalami penyakit yang satu ini. Penyakit sifilis sangat mudah menyerang kaum-kaum penyuka sesama jenis, baik itu homoseksual maupun kaum lesbian. Bahkan jumlah penderita sifilis dari kaum pria diperkirakan lebih banyak dibandingkan pada wanita.

Penyebab raja singa akan menyerang kepada pria yang sering ‘jajan’. Karena pria yang sering ‘jajan’ tersebut hanya menikmati hasratnya saja, tanpa memikirkan riwayat penyakit kelamin yang dimiliki oleh pasangan seksualnya. Sehingga sangat mudah terserang penyakit sifilis.

Bagaimana Penyakit Raja Singa Menular?

Penyakit raja singa dapat menular dari penderita yang sudah tertular bakteri T. Pallidum . Tanpa disadari, bakteri akan masuk kedalam tubuh dan akan gejala awal mungkin akan muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah anda tertular dari bakteri tersebut. Untuk itu, ketika anda ingin berhubungan seks dengan seseorang, ada baiknya mengetahui mengenai riwayat penyakit kelamin yang ia miliki, agar anda dapat terhindar dari penyakit yang mematikan ini.

Bahkan bagi anda wanita yang sedang hamil, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter atau Klinik spesialis kelamin ketika anda sudah menemukan gejala raja singa. Karena bakteri bisa menyerang janin dan menularkan kepada bayi yang anda kandung. Dengan melakukan pemeriksaan, maka anda bisa melakukan pencegahan bakteri penyebab raja singa kedalam tubuh bayi anda.

Selain melalui hubungan seks, bakteri T. Pallidum juga dapat menular melalui ciuman, dan juga masuk melalui luka yang timbul dari luar tubuh. Sehingga tidak hanya melalui hubungan seks kelamin, anda dapat menularkan penyakit sifilis.

Namun yang harus anda ketahui, penyakit sifilis tidak menular melalui penggunaan alat makan yang sama, toilet yang sama, bakteri juga tidak akan menyerang tubuh hanya dengan melalui penggunaan pakaian yang sama, dan penggunaan kolam renang yang sama pun tidak akan dapat menularkan bakteri penyebab raja singa. Karena bakteri tersebut tidak dapat hidup terlalu lama di luar tubuh manusia.

Gejala Raja Singa

Tahap Sifilis Primer

Gejala raja singa mungkin terjadi mulai dari 10 hari - 3 bulan setelah terpapar bakteri Treponema. Gejalanya pada bagian tubuh yang terjadi di tempat bakteri masuk mungkin muncul lesi kecil dan terjadi tanpa muncul rasa sakit, biasanya alat kelamin, lidah, bibir atau rektum. Sesuai dimana cairan dari tubuh penderita sifilis terpapar kedalam tubuhmu.

Pada umumnya, luka akan hilang dengan sendirinya tanpa anda melakukan pengobatan sama sekali. Namun luka penyebab raja singa bukan berarti hilang dari tubuh anda, malah luka akan muncul dengan masuk kedalam tahapan selanjutnya. Luka hilang, bukan berarti anda sudah sembuh dari sifilis. Tetapi itu adalah tanda untuk memasuki gejala raja singa pada tahap selanjutnya.

Tahap Sifilis Sekunder

Gejala penyakit raja singa sekunder akan muncul kembali sekitar 6-12 bulan setelah luka muncul pada tahap pertama. Luka akan muncul jika anda tidak melakukan pengobatan pada tahap pertama, karena hilangnya luka hanya membuat bakteri non aktif pada sementara waktu.

Gejala raja singa pada tahap sekunder dengan timbul ruam pada kulit, yang sering muncul sebagai luka dan berwarna merah atau coklat kemerahan serta berukuran kecil di bagian tubuh manapun. Namun paling sering muncul di bagian kulit telapak tangan dan kulit telapak kaki.

Gejala lain yang muncul adalah Demam, mudah merasa lelah dan mungkin muncul timbul perasaan tidak nyaman yang rasa nyeri dan sakit pada kelenjar getah bening yang mungkin dapat membengkak, sakit di bagian tenggorokan. Terkadang Ada kutil seperti luka pada mulut atau daerah genital. Bahkan dapat menyebabkan kerontokan pada rambut, dan juga penurunan berat badan.

Gejala dan tanda tersebut dapat hilang dalam waktu beberapa minggu atau bisa juga terjadi secara terus menerus secara silih berganti, selama beberapa bulan. Gejala akan terus muncul, dan tidak akan hilang sebelum anda melakukan pengobatan.

Tahap Sifilis Laten

Jika sudah memasuki tahap sifilis laten, gejala raja singa akan memasuki pada tahap ketiga. Pada tahap ketiga ini terjadi, apabila tidak juga melakukan pengobatan meskipun sudah memasuki tahap sekunder. Pada satu tahun pertama di tahap tiga infeksi masih bisa menular.

Namun jika dalam waktu sekitar dua tahun, penyakit raja singa tidak juga diobati, infeksi masih terjadi didalam tubuh. Tetapi tidak menular kepada orang lain. Pada tahap ini akan berlangsung bertahun-tahun, bahkan dapat berlangsung hingga diatas 10 tahun.

Tahap Sifilis Tersier

30 persen penderita sifilis yang tidak mendapatkan perawatan secara benar akan mengalami komplikasi yang biasa dikenal sebagai sifilis tersier atau terlambat. Di tahap akhir penyakit ini dapat merusak bagian otak, mata, saraf, jantung, hati, pembuluh darah, sendi dan tulang. Sehingga dapat menyebabkan penderitanya mengalami stroke, penyakit jantung, dan kebutaan.

Masalah ini dapat terjadi selama waktu bertahun-tahun setelah infeksi awal. Dan yang paling parah dari kesemua penyebab itu, sifilis juga dapat menyebabkan terjadinya kematian bagi penderitanya. Sehingga jika sudah menemukan gejala raja singa sejak awal, segeralah untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan untuk menghindari penyakit sifilis semakin parah dan selalu muncul.

Diagnosis

Ketika anda sudah menemukan gejala raja singa, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter atau ke klinik andrologi. Karena dengan pengobatan dari awal dapat membantu anda untuk terhindai dari sifilis tahap lanjut.

Umumnya, untuk mendiagnosa kondisi anda, dokter akan menanyakan mengenai gejala raja singa yang anda alami, serta luka-luka yang muncul pada sekujur tubuh. Pemeriksaan luka dapat dilakukan untuk melihat apakah luka tersebut merupakan luka penyebab penyakit raja singa atau bukan.

Dokter juga akan melakukan tes darah untuk mengetahui sejauh mana bakteri hidup didalam tubuh anda. Dan bagaimana kekuatan kekebalan tubuh yang dapat melawan infeksi tersebut. Tes ini sangat tidak dianjurkan bagi bayi yang baru lahir, maka dokter akan menanyakan mengenai riwayat penyakit yang ada pada tubuh ibunya.

Pengobatan

Pasti anda akan bertanya, pengobatan jenis apa yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit sifilis. Jika masih dalam tahap awal, maka penderita penyakit raja singa dapat diberikan antibiotik penisilin yang dapat di konsumsi atau diberikan melalui suntikan. Pengobatan pada sifilis tahap awal biasanya dilakukan selama 14 hari bahkan lebih lama.

Bagi yang sudah memasuki tahap lanjut, antibiotik juga dapat diberikan dan harus di konsumsi dalam waktu yang cukup lama. Bahkan antibiotik harus diberikan melalui infus. Apabila pada tahap tersier sudah menyerang organ tubuh lainnya, maka pengobatan raja singa tidak bisa menyembuhkan organ tubuh yang sudah rusak tersebut.

Bisakah Penyakit Raja Singa Diobati Di Rumah?

Tentunya hal tersebut bisa dilakukan di rumah. Ada beberapa perawatan yang dapat anda lakukan di rumah untuk mencegah penyakit raja singa semakin parah. Beberapa perawatan secara mandiri dapat anda lakukan untuk mengurangi beberapa gejala raja singa yang mungkin akan selalu muncul pada tubuh anda.

  • Jangan berhenti minum obat
  • Atur dosis obat yang anda konsumsi sesuai anjuran dokter andrologi
  • Beri tahu dokter, jika anda memiliki alergi terhadap obat
  • Sering melakukan cuci tangan
  • Hindari melakukan hubungan seks
  • Beri tahu pasangan
  • Temukan dokter kembali ketika ada gejala yang mereda
  • Konsultasi kembali ketika anda menemui penyakit seksual lainnya didalam tubuh

Pencegahan Penyakit Raja Singa

Apa sih cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit raja singa dan anda dapat terhindar dari berbagai gejala raja singa tersebut. Banyak ahli mengatakan, bahwa cara ampuh dan yang cukup berkhasiat dalam mencegah terjadinya raja singa adalah dengan setia pada pasangan.

Bagi anda yang belum menikah, maka hindari melakukan hubungan seks secara bergonta-ganti pasangan. Apa lagi jika anda melakukan hubungan seks dengan laki-laki atau wanita yang sering melakukan hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan.

Apa lagi bagi anda yang belum menikah, terlebih laki-laki hindari untuk melakukan hubungan seks dengan para pekerja seks komersial. Karena penyakit sifilis sangat sering ditemukan pada pekerja seks. Cobalah untuk menahan syahwat anda hingga anda benar-benar menemukan pasangan yang dapat anda nikahkan secara sah baik dalam segi hukum maupun agama.

Penyakit sifilis tidak hanya menular melalui hubungan seks melalui kelamin. Tetapi penyakit ini juga dapat menular melalui seks anal, dan seks oral. Jadi tetap hindari melakukan hal tersebut agar anda dapat terhindar dari penyakit kelamin.

Penggunaan kondom atau dental dam dalam berhubungan seks juga tidak dianjurkan, karena kondom dan dental dam dapat memiliki resiko kerusakan ketika anda gunakan dalam berhubungan intim sehingga anda tetap tertular penyakit raja singa. Karena bisa saja, saat anda melakukan hubungan seks kondom atau dental dam yang anda gunakan robek. Sehingga anda terpapar langsung dengan cairan si penderita dan bakteri masuk ke dalam tubuh anda.

Ketika anda sudah didiagnosis menderita penyakit sifilis, maka anda dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, baik itu seks kelamin, anal, dan seks oral. Karena bisa menyebabkan bakteri tertular kepada pasangan anda.

Selain berhubungan seks, hindari juga penggunaan obat-obatan terlarang. Karena bisa saja anda tertular sifilis dari orang-orang yang juga pemakai narkoba. Karena seperti sudah dijelaskan diawal, penggunaan jarum suntik yang sama dapat menyebabkan anda tertular penyakit raja singa dan menimbulkan gejala raja singa pada tubuh anda. Hindari juga seni perajah tubuh yang hanya menggunakan satu jarum yang digunakan secara bersama-sama.