Hakim Yang Memvonis Meiliana Ditangkap Karena Diduga Terima Suap


#1


KPK telah menangkap 8 Pejabat Pengadilan Negeri Medan dalam Operasi Tangkap Tangan. Salah satu hakim yang ditankap tersebut satu diantaranya merupakan hakim yang melakukan vonis penjara terhadap Meilana dalam kasus penistaan agama.

Wahyu Prasetyo Wibowo memvonis terdakwa Meilana mengenai kasus pengeluhan suara azan yang dianggap terlalu keras dan dianggap melakukan penistaan agama.

Wahyu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan ini ditangkap oleh KPK bersama 7 pejabat lainnya. 8 Orang yang tertangkap basah ini ditangkap ketika sedang melakukan transaksi.

“Dari 8 orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera, dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan seperti diberitakan detik.com.

Hakim Wahyu adalah hakim yang memvonis perkara Meiliana pada pekan lalu dengan hukuman penjara 18 bulan atas kasus penistiaan agama. Kasus ini menjadi sorotan luas dari publik karena posisi Meiliana yang dipercaya justru sebagai korban “salah paham” orang yang mendengar keluhannya.

Apalagi sehari setelah vonis, pengacara Meiliana mengungkapkan ke publik melalui akun media sosialnya bahwa ada banyak kejanggalan pada proses persidangan. Seperti tidak adanya bukti sama sekali yang bisa dihadirkan di persidangan bahwa Meiliana telah melakukan tindak pidana penistaan agama.

Meski begitu Hakim Wahyu tertangkap basah oleh KPK bukan dalam proses hukum Meiliana, melainkan kasus lain yang diduga terkait dengan perkara korupsi yang “diminta” diadili di Pengadilan Tipikor Medan agar bisa dibebaskan. Beberapa bukti yang disita berupa uang suap dalam bentuk mata uang dolar Singapura.