Harga Bitcoin Masih Naik Walaupun Bursa Diretas, Ini Alasannya


#1

Peretasan yang terjadi pada penukaran mata uang digital Bitcoin ternyata tidak terlalu mempengaruhi persepsi para insvestor untuk memilih mata uang digital ini. Harga bitcoin ternyata masih saja bertahan walaupun peretasan mata uang digital ini telah terjadi.

Menurut data dari situs Coinbase, Kamis(21/6/2018), harga Bitcoin diperdagangkan pada kisaran harga USD$6.775/BTC atau setara Rp94 juta rupiah. Dan dalam 24 Jam terakhir harga Bitcoin menguat sebesar 2,51%. Terdapat kurang lebih 6000 Bitcoin telah diperdagangkan melalui bursa ini.

Bitcoin, koin digital terbesar saat ini, turun dari harga US $6.718,35 menjadi US $6.561,69 pada hari Rabu setelah terjadi peretasan pada bursa Korea Selatan, Bithumb, dimana para peretas mengambil senilai $30 juta koin.

Namun nyatanya bitcoin tidak mengalami penurunan harga yang terlaly signifikan. Nah kenapa sih Bitcoin masih saja tetap naik setelah peretasan itu terjadi? ini alasannya

  1. Bithumb bertindak sangat cepat
    Setelah informasi peretasan di berikan, bursa mata uang digital tersebut segera mengambil tindakan, dimana mereka menghentikan segala jenis penarikan dan segera memasukan semuanya ke dalam cold storage

  2. Bithumb membayar kembali kerugian para Investor
    Bithumb menggunakan uangnya sendiri untuk membayar para inverstor yang telah dicuri. Mereka mengatakan bahwa “Kami memiliki dana internal. dan akan membayarnya. Tidak akan ada yang kehilangan uang akibat peretasan ini”

  3. Fundamental
    Lee juga mengatakan ketika bursa telah diretas, kejadian itu ternayata tidak mempengaruhi fundamental koin yang mendasarinya. Sama seperti perampokan bank. Jika bank dicuri seperti emas, bukan berarti harga emas menjadi turun.

Begitu juga dengan bitcoin, Jika bursa tersebut tidak melindungi koin mereka dengan baik dan dicuri oleh para peretas, maka ini tidak berpengaruh terhadap koin itu sendiri.