Mengenal Credit Scoring Pinjaman

Buat kamu yang bertanya-tanya, apa sih Credit scoring? Perlu diketahui Credit Scoring atau penilaian kredit merupakan sistem atau cara yang dipakai oleh suatu lembaga pembiayaan/bank di dalam menentukan verifikasi layak atsu tidaknya untuk menerima pinjaman dari lembaga tersebut. Penilaian kredit dari sebuah data nasabah yang sudah dikumpulkan melalui pengisian yang sudah mereka lakukan sebelumnya untuk pengajuan pinjamannya. Jadi, bisa dikatakan history transaksi kamu seperti pembayaran tagihan yang tepat atau tidak atau banyaknya kredit yang kamu miliki ini bisa dikatakan juga sebagai penentu credit scoring.

Credit scoring sangat membantu bank atau lembaga keuangan lainnya dalam menganalisa permohonan kredit selain faktor kualitatif lainnya. Saat ini di Indonesia data credit report debitur hanya dapat dilihat langsung dari Bank Indonesia. Dalam penilaian kredit ini juga banyak aspek yang dapat menjadi bahan pertimbangannya seperti contohnya usia, status perkawinan, jumlah tanggungan, pekerjaan istri/suami, status tempat tinggal, status pendidikan, jabatan/pekerjaan (jenis pekerjaan), tempat bekerja (bidang usaha), lama bekerja pada pekerjaan saat ini (dengan jabatan saat ini), total lama bekerja (masa kerja) dan lainnya.

Selain bank sebagai institusi jasa keuangan yang sudah biasa menerapkan sistem credit scoring, perusahaan financial technology (fintech) Peer-to-Peer (P2P) Lending pun menerapkan hal yang sama. Industri P2P Lending berkembang pesat selama 2 tahun terakhir ini karena masih adanya funding gap pembiayaan di Indonesia. Banyak usaha yang belum bisa mendapatkan pinjaman dari Bank karena adanya ketidakefisienan, salah satunya karena dibutuhkan agunan berupa fixed asset dan birokrasi yang sulit.

Credit Scoring

Sebagai informasi, rating pinjaman dari A++ sampai C ini menggambarkan risiko dari investasi tersebut. Pinjaman dengan rating A++ merupakan pinjaman dengan risiko yang paling aman, sementara pinjaman dengan rating C risikonya yang paling tinggi untuk investasi.

Rating pinjaman ini juga saling terkait dengan suku bunganya, semakin tinggi risiko yang ditanggung maka semakin tinggi pula imbal hasil yang diterima oleh pemberi pinjaman. Selain itu, keberadaan agunan atau tanpa agunan pun berpengaruh dalam menentukan credit scoring, karena jika menggunakan suatu agunan yang terpercaya maka risikonya bisa ditekan dibanding yang tanpa agunan.

Credit scoring untuk menekan tingkat risiko kepada pemberi pinjaman. Selain itu, saat pemilihan peluang investasi biasanya masing-masing investor atau pemberi pinjaman memiliki preferensi tersendiri, akan tetapi kami lebih menyarankan menggunakan sistem diversifikasi. Mengapa harus diversifikasi? Kita akan bahas lebih lanjut dibawah!

Diversifikasi ini sangat disarankan karena dengan sistem diversifikasi, kita menyebarkan modal yang kita miliki ke beberapa jenis peluang investasi, sehingga risiko pun tersebar. Jadi dengan sistem diversifikasi, jika kamu memiliki modal untuk investasi sebesar Rp. 10 juta kamu bisa diversifikasi ke 2 atau 4 peluang investasi yang ada,misalnya masing-masing Rp. 5 juta atau Rp. 2,5 juta. Jadi diversifikasi disini untuk mengurangi risiko yang ada, jika salah satu pinjaman yang telat atau gagal bayar, maka setidaknya kamu masih memiliki 3 investasi pinjaman lainnya yang pembayarannya lancar.

Writer,
Sandy Prakoso

wah, keren juga ya pinjaman peer 2 peer. baru denger nih