Penguatan Terkuat di Asia, Rupiah tembus 14.200 Per Dolar AS


#1


Nilai tukar rupiah setiap hari terus menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Pada hari Jumat (30/11) siang pada perdagangan di pasar spot Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level 14.276 per dolar AS. Ini artinya penguatan mencapai Rp 336 dalam sepekan.

Hasil penguatan merupakan penguatan yang terbaik di antara mata uang Asia lainnya. Saat berita ini ditulis, rupiah berada di level 14.356,50 per dolar AS atau menguat 0,5% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya menguat kurang dari 0,3% terhadap dolar AS, sedangkan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia justru melemah masing-masing 0,12% dan 0,08%.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah menjelaskan dua faktor global utama yang menekan nilai tukar rupiah sepanjang April hingga September, sudah lebih kondusif saat ini. Dua faktor global yang dimaksud yakni ekspektasi kenaikan bunga acuan AS dan memanasnya tensi perang dagang

Pernyataan Gubernur bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell bahwa bunga acuan AS sedikit di bawah kisaran “ neutral ” menambah keyakinan pelaku pasar bahwa tren kenaikan bunga acuan AS sudah mendekati akhir. “Setelah kenaikan di bulan Desember nanti, pasar memperkirakan hanya ada satu kali kenaikan di tahun 2019,” kata Nanang, Kamis (29/11).

Di sisi lain, pelaku pasar semakin optimistis terkait isu perang dagang. Hal itu seiring dengan akan berlangsungnya negosiasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pertemuan G20.

Selain dua faktor global tersebut, Nanang menyebut faktor positif lainnya yang mendorong penguatan kurs rupiah yakni merosotnya harga minyak dunia. Harga minyak dunia yang telah menyentuh US$ 50 per barel dapat mengurangi tekanan pada defisit neraca perdagangan migas Indonesia ke depan.

Adapun berbagai faktor tersebut mendorong kembali masuknya dana asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Nanang mencatat, dana asing ke SBN mencapai Rp 31,8 triliun sepanjang November dan mencapai Rp 63 triliun sepanjang tahun.

“Bank Indonesia mencermati dampak dari dinamika global tersebut terhadap penguatan rupiah, dan melihat ruang yang masih besar bagi penguatan lebih lanjut,” kata dia. Penguatan nilai tukar rupiah saat ini dianggapnya masih cukup wajar lantaran sebelumnya rupiah sempat melemah cukup tajam.