Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Barang Staf Istana, 2 Diantaranya Ditembak Mati


#1

Masih ingat dengan pencurian barang milik staf keprisedenan RI? Pencurian yang terjadi pada 8 Juni 2018 lalu. Saat itu, Armedya tengah melintas di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat. Tiba-tiba, ada pengendara motor yang berteriak bahwa ban mobil yang dikendarainya kempis.

Armedya akhirnya menepi dan turun dari mobil. Saat itulah, komplotan pencuri membuka pintu mobil dari sisi lainnya dan membawa kabur tas milik Armedya. Tas itu berisi laptop dan dua media eksternal.

Hari ini Polisi telah berhasil menangkap para komplotan pencuri barang-barang milik staf kepresidenan tersebut. Dari total tujuh pencuri yang ditangkap, polisi terpaksa menembak mati dua tersangka karena melawan saat ditangkap.

Dir Krimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengungkapkan, proses para tersangka telah dilakukan pada Jumat (6/7). Penangkapan pertama dilakukan pada tersangka Ramalia alias Ramli. Namun saat ditangkap, Ramli melawan petugas dan akhirnya ditembak mati.

Kronologinya, Ramli mencoba untuk melawan petugas dengan cara merebut senjata salah satu petugas, sehingga dengan terpaksa petugas mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melakukan penembakan terhadap pelaku tersebut sehingga tersangka meninggal dunia.

Petugas juga menangkapp tiga tersangka lainnya, Hardinawahidin alias Toing, Dani Setiawan, dan Achmad Mahmudi. Ketiganya mencoba lari saat akan ditangkap polisi sehingga mereka ditembak juga, namun pada bagian kaki.

Ramli dan ketiga tersangka yang ditembak kakinya merupakan para pelaku eksektor saat pencurian dilakukan. Sedangkan tersangka lainnya, Abdul juga ditangkap. Tapi polisi tidak menyebutkan apa peran Abdul.

Setelah diminta keterangan dari ketiga pelaku, polisi mencari penadah laptop yang telah dicuri dari Armedya. Polisi akhirnya menangkap Ade Junaedi. Saat diperiksa ia menyebutkan bahwa laptop itu sudah dijual ke pelaku lainnya, yakni Heru Astanto seharga Rp4 Juta

Polisi juga berhasil menangkap Heru, Heru mengaku sudah menjual laptop itu dan beberapa barang curian lainnya ke seseorang di Bekasi bernama Tri Wahyudi. Polisi kemudian mencari Tri dengan petunjuk dari Heru.

Ketika akan menuju rumah Tri, Heru berupaya merebut senjata petugas dan akhirnya menembak Heru.

Petugas membawa Heru Astanto ke rumah sakit terdekat, namun sesampainya di Rumah Sakit Heru Astanto dinyatakan sudah tewas.