Sebelum Membeli Rumah, Wajib Tahu Istilah-Istilah Properti Ini!

Sebelum membeli rumah ada baiknya kita harus memahami istilah-istilah property dalam proses jual beli property, dengan mengetahui istilah-istilah tersebut dapat membantu kita agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti contohnya menghindari penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Dan untuk membantu kita, maka berikut adalah istilah-istilah yang kita harus ketahui!!.
a. Flat Rate (Bunga Tetap)
Setiap bulannya bunga tetap dari jumlah pinjaman, sehingga angsurannya juga akan sama sampai pinjaman tersebut lunas.
b. Floating Rate (Bunga Mengambang)
Floating rate (bunga mengambang) sangat berbeda dengan flat rate (bunga tetap), jika flat rate bunga tiap bulan tetap dari jumlah pinjaman maka berbeda dengan floating rate (bunga mengambang) yaitu bunga tiap bulannya dapat berbeda tergantung dengan naik-turunnya suku bank.
c. Anuitas rest
Hitungan pembebanan bunga periode tahunan dan efektif, apabila debitur membayar lebih untuk mengurangi pokok kredit, maka waktu pelunasan akan berakhir lebih cepat dari masa cicilan.
d. cash flow (arus kas)
suatu laporan keuangan yang berisi kegiatan operasi, kegiatan transaksi pembiyaan dan transaksi investasi. Serta penurunan dan kenaikan bersih dalam kas perusahaan selama periode.
e. Amortizationm (amortisasi)
Ketentuan ini akan diatur oleh pihak bank jika pada suatu kondisi kita merasa tidak bisa mencicil KPR dalam satu waktu atau dalam jangka dekat.
f. Collateral (agunan)
Jaminan ini merupakan satu-satunya faktor yang menilai dalam menentukan besarnya pinjaman, apabila peminjam gagal untuk membayar maka pihak pemberi pinjaman dapat memiliki agunan. Jaminan ini sering menjdi faktor penting untuk meningkatkan nilai kredit perusahaan atau perorangan.
Pemahaman istilah-istilah property ini wajib hukumnya agar proyek kita menjadi sukses, setelah memahami istilah-istilah property kita juga harus memahami aspek-aspek dasar developer property. berikut adalah beberapa aspek dasar yaitu aspek perencanaan, konstruksi,financial, dan legalitas

  1. Aspek perencanaan.
    Aspek perencanaan ini ada hubungan dengan desain arsitektur dan rencana anggaran biaya, desain arsitektur harus sesuai dengan selera konsumen dan menjadi trend desain masa kini.
  2. Aspek konstruksi
    Jika aspek perencanaan berhubungan dengan desain maka lain halnya dengan aspek konstruksi, aspek ini berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan fisik proyek, baik itu pembangunan unit rumah maupun pembangunan sarana dan prasarana proyek.
  3. Aspek financial
    Aspek finansial ini mencakup biaya perolehan tanah, biaya desain, perjanjian dan legalitas, biaya prasarana dan sarana, biaya konstruksi dan lain-lainnya.
  4. Aspek ligalitas
    Aspek ligalitas ini sangat penting bagi pelaksanaan sebuah proyek karena aspek legalitas ini menjadi titik tolak dalam pelaksanaan proyek.