Sekitar 5,2 Juta Barel Minyak Masih Tertimbun Di Dalam Tangki Penyimpanan


#1

Direktur Jenderal minyak dan Gas Bumi (Migas) Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa minyak yang belum diangkut ini yang menyebabkan target lifting minyak belum tercapai. Ia menambahkan bahwa di depot masih ada 5,2 juta barel. “Nanti akan kami lifting, jafi lifting naik”, Kata Djoko kepada media ketika dijumpai di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7/2018)

Djoko mengatakan ada beberapa faktor yang memyebabkan stok minyak tersebut belum diangkut sepenuhnya yakni karena serapan dalam negeri yang belum optimal, serta masalah jadwal kapal yang mengangkut.

Sementara itu APBN 2018 menargetkan lfting migas tahun ini mencapai 2 juta barel setara minyak (BOEPD). Namun realisasi tersebut sampai Juni baru bisa mencapai 1,923 juta BOPED atau 96% dari target.

Rata-rata lifting minyak semester I-2018 mencapai 771 ribu barel perhari, yang ternyata masih jauh dari target (800 ribu barel per hari), sedangkan lifting gas dari target 1,2 BOEPD hanya bisa mencapai 1,15 BOEPD.

Djoko menurutkan, serapan yang belum optimal salah satunya disebabkan penggunaan gas yang disesuaikan dengan kondisi, salah satunya adalah kebutuhan PT PLN (Persero) yang merupakan konsumen mayoritas gas domestik.

Selain itu, PLN menggunakan gas sesuai dengan kondisi tertentu. Pembangkit berbahas gas hanya dipakai saat beban puncak yakni jam 17.00 sampai 23.00, Sementara di siang hari PLN lebih sering menggunakan baru bara. Alhasil, bahan bakar gas tidak selalu menjadi andalan pada pembangkit listrik PLN.

“Kami kan dalam melaksanakan dan menjalankan energi ini, dipilah, ada yang kami geser, listriknya kami pindahkan dari yang mahal ke murah, lalu kami matikan yang mahal. Itu wajar saja,” tutur Direktur Utama PLN Sofyan Basir ketika dijumpai di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (9/7/2018).

“Misalnya begini, sekarang kan BBM naik, gas juga naik, kami cari alternatif yang lebih murah, karena jalur transmisi sudah terhubung, jadi kami bisa geser, mana yang mahal, misalnya gas kami kurangi, terus dipasok dari PLTU. Begitu cara mainnya,” kata Sofyan