TAKTIK BELI RUMAH UNTUK INVESTASI

Sama seperti jenis investasi lainnya, anda harus memahami cerita dunia property sebelum siap dengan modal ratusan juta rupiah. Investasi rumah dengan tanah gak beda tipis sama-sama bisa menguntungkan tidak heran lagi bagi orang yang ingin ber investasi rumah dengan harga murah dan terjangkau. Rumah itu sangat penting bagi kehidupan anda juga bisa bisnis beli rumah murah jember untuk investasi anda harus tau dunia property rumah murah lebih luas lagi agar tidak merugikan diri sendiri.

1. Pastikan Tepat Untuk Anda

Apakah Anda cukup sigap dalam memperbaiki kerusakan bangunan, mulai dari toilet mampet, talang air rusak, atau dinding berjamur? Pemilik properti yang punya satu atau dua rumah biasanya mengerjakan sendiri kerusakan yang terjadi pada bangunan.

Tujuannya tentu untuk menghemat biaya. Dan jika Anda tidak suka atau tidak memiliki kemampuan mengerjakannya sendiri, mungkin ini bukanlah jenis investasi yang tepat untuk Anda.

2. Mendapatkan uang muka

Investasi property umumnya perlu menyetor uang muka yang lebih besar ketimbang pembeli property pertama. Hal tersebut umum menjadi ketetapan sejumlah bank pemberi kredit perumahan. Jadi siapkan modal yang lebih besar untuk keperluan biaya ekstra KPR.

3. Hati-hati dengan kenaikan suku bunga

Ongkos yang dibutuhkan dalam KPR perumahan terlihat ringan di awal, namun seiring berjalannya waktu kenaikan suku bunga bisa menjadi masalah baru. Anda harus meminimalisir total angsuran KPR supaya tidak menggerus pengeluaran bulanan.

4. Jangan membeli property tua

Mungkin membeli property tua dan merenovasinya cukup menggiurkan untuk kalian. Akan tetapi jika belum berpengalaman, bisa-bisa anda malah mengalami kerugian. Kecuali jika anda memiliki kenalan jasa kontraktor berkualitas yang ongkos jasanya cukup terjangkau. Pilihlah property dengan harga miring namun tidak memerlukan banyak renovasi.

5. Perhitungkan biaya operasional

Secara umum, perhitungan operasional dari property baru sekitar 35% sampai 80% dari pendaptan kotor harga sewa. Jika tarif anda Rp1,5 juta untuk sewa bulanan dan biaya operasionalnya Rp600.000 maka keuntungan anda adalah 40%. Paling mudah adalah dengan menggunakan aturan 50%, jadi jika biaya sewanya Rp2 juta, maka biaya operasional bisa mencapai 1 juta perbulan.