Wajib tahu! Saat Melakukan Transaksi Jual Beli Property

transaksi
Masih banyak yang tidak tahu apa saja yang perlu dilakukan saat melakukan transaksi jual beli property, karna hal tersebut banyak masyarakat yang merasa dirugikan akibat melakukan transaksi terebut. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang dunia transaksi jual beli property yukkk simak dibawah ini tentang sistem pembelian atau penjualan property:

  1. Cicilan Tunai.
    Pembeli property atau rumah biasanya mencicil harga pembelian bangunan mulai dari pembangunan sampai selesai dibangun, cicilan tunai biasanya memiliki masa cicilan yang di jangka kurang lebih satu tahun.
  2. Kredit Pemilikan Rumah atau Apartemen.
    Pada sistem ini pembeli cukup membayar uang muka dan kemudian sisanya akan dibiayai oleh bank pemberi kredit. Apabila bank menyetujui permohonan nasabah kredit, bank akan membuat perjanjian kredit antara nasabah dengan bank. Dan sisa pembayaran kemudian bisa dicicil secara berkala ke bank yang terkait.
  3. Sewa.
    Besarnya biaya sewa dihitung berdasarkan tari sewa per meter, per segi, dan per bulan. Biaya sewa biasanya dibayar di muka oleh penyewa untuk beberapa bulan sekaligus, sedangkan service charge akan di tagih setiap bulannya. Sistem sewa ini biasanya digunakan untuk pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, serta kontrakan.

Diatas adalah pengertian tentang sistem pembelian atau penjualan property, tidak hanya diatas saja yang wajib kita pelajari. Jenis-jenis pajak yang dikenakan kita harus wajib mempelajari agar tidak mendapatkan kerugian saat melakukan transaksi jual beli property. Berikut jenis- jenis pajak serta pengertian pajak yang wajib kita pelajari:
a. Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).
Perhitungan pajaknya adalah dengan mengalikan persentase tarif pajak dengan dasar pengenaan pajak yaitu harga barang yang belum di kenai pajak. Tarif PPnBM ditetapkan rendanya yaitu 10%, tingginya adalah 200% serta untuk eskpor barang mewah akan di tarif 0%. Barang yang terkena pajak mewah adalah:
a. Barang tersebut di konsumsi oleh masyarakat tertentu.
b. Barang yang di konsumsi untuk menunjukkan status.
c. Jika di konsumsi dapat merusak kesehatan, mengganggu kenyaman masyarakat serta moral masyarakat.
d. Barang yang tidak dibutuhkan secara pokok.
b. Pajak penghasilan bersifat final (PPh final) .
Pajak yang dikenakan secara pribadi atau badan atas penghasilan yang diterim dalam satu tahun, tariff potongan PPh berbeda-beda sesuai jenis PPh nya.
c. Pajak pertambahan nilai (PPN).
Pada dasarnya, Setiap jasa dan barang kena pajak atau jasa kena pajak kecuali di tentukan oleh undang- undang PPN, PPN sendiri dikenakan untuk semua wajib pajak seperti perusahaan, pemerintah ataupun orang pribadi.

d. Pajak bumi dan bangunan (PBB).
Pajak bumi dan bangunan adalah pajak yang dikenakan oleh orang pribadi, perusahaan atas kepemilikan atau pemanfaatan bangunan atau tanah. Perusahaan yang membangun atau menempati bangunan harus wajb melakukan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Itulah jenis-jenis pajak beserta pengertian pajak yang harus kita ketahui dan pelajari agar tidak keliru saat kita melakukan transaksi jual beli property maupun melakukan pajak bangunan.